Tuesday, June 22, 2010

Terbaca Tanpa Harus Kasat Mata

I finally touch my-not-so-lovely-but-yet-comfy-blog again!
WOOHOOW!
haha agak berlebihan memang tapi menyenangkan sekali bisa menulis di sini lagi
setelah beberapa hari ini gw cuma berkutat dengan proposal, kontrak dan skripsi

Agak sombong terdengarnya? mungkin..
Tergantung bagaimana opini masing-masing yang pastinya ngga bisa gw kendalikan.
ITU HAK MUTLAK SETIAP INDIVIDU UNTUK BEROPINI

Lately, lots lots lots of things happened as usual (kayanya hampir setiap nulis blog gw pasti ngomong gitu ya? that means I'm living my life day by day no matter what)

Salah satu kejadian yang cukup bikin senyum-senyum sendiri dan lumayan tertegun (coba buka kamus ya kalo ngga ngerti artinya tertegun) adalah percakapan gw dengan seorang teman.
That's why i love to communicate, cause it always brings something new.

Gw dan dia kenal ngga terlalu lama, bisa dibilang baru banget malah
Belom ada 5 bulan kalo ngga salah
Tapi menariknya, anak ini pintar sekali menurut gw karena dengan usianya yang terbilang masih muda (dimana pada umumnya anak seusia dia labilnya bukan main) pola pikirnya dewasa.
SESUATU YANG SANGAT LANGKA SAAT INI DI JAKARTA!

Gw meminta dia buka sebuah halaman ngga penting ini (sinobitanobi.blogspot.com) dan maksa dia buat kasih opini.
Satu statement menarik yang keluar dari mulutnya adalah "lo cuma gengsi aja menunjukkan sisi feminim lo di tulisan lo". Gw ngga perlu cerita ya komentar dia yang lain apa katanya ngga boleh jumawa a.k.a sombong kalo jadi orang).

Statement itu RESMI bikin gw senyam senyum bodoh dan tertegun seada-adanya.
Karena buat gw, kata-kata itu sama sekali ngga terlintas di otak gw bakal terdengar di kuping gw (kebaca di mata gw sih sebenernya karena ngobrolnya lewat bbm hehehe).
I just thought "damn! this person knows me for like (hmm?) less than 5 months but able to read me only by reading my blog"
Dan menurut gw, itu LUAR BIASA (terkesan lebay sih tapi emang beneran)

Gw sangat menghargai opini dari orang-orang yang mengenal gw terutama orang-orang baru yang hadir di hidup gw. Kenapa? SIMPLE! Orang baru biasanya mengawali penilaiannya dengan mengamati penampilan fisik, gesture dan gaya bicara lo yang kemudian dilanjutkan dengan proses ngobrol (sukur-sukur kalo bisa curhat-curhatan biar bisa lebih akrab) dan diakhiri dengan kesimpulan.
Buat gw kesimpulan yang dihasilkan mereka bisa dibilang objektif. Kenapa? Karena mereka ngga punya beban apa-apa untuk menilai lo.

Coba kalo temen lo dari kecil misalnya, lo main sama dia dari kecil, lo kenal keluarganya, lo tau isi kamarnya bahkan sampe isi kulkasnya. Tarolah namanya "Budi" (i always love this name, budi itu pasti nama yang kita temuin di setiap contoh soal pelajaran Bahasa Indonesia), lo nanya "Budi menurut lo gw gimana? Kan lo kenal gw udah dari gw SMP dan sekarang udah mau lulus kuliah, menurut lo gw gimana?"

Budi akan menjawab apa yang dia lihat dari sekian lama proses lo berteman dengan dia. Banyak faktor yang akan mengaburkan pandangannya. Jawabannya jadi subjektif. Bisa jadi dia pernah sakit hati, bisa jadi juga dia nyimpen dendam atau mungkin dia naksir sama lo! Pandangannya jadi ngga jelas.
TAPI kalo sama orang baru yang dateng di kehidupan lo dan lo bertanya "menurut lo gw kaya apa sih setelah lo kenal gw beberapa bulan ini?" Dia akan mengeluarkan opini tentang "KEPRIBADIAN LO YANG SEBENARNYA DILIHAT SAMA ORANG-ORANG DI SEKITAR LO"

Statement simple dari temen gw itu kontan bikin gw jawab dengan jempol yang mengetik dengan mantap bertuliskan "SETUJUUUUU".
Gw menulis dengan emosi, gw menulis dengan kreasi, gw menulis dengan imajinasi dan gw menulis dengan GENGSI!
Satu hal yang gw hindari adalah menulis dengan sisi feminisme.
Ngga mau terlihat lemah, ngga mau terlihat cengeng, ngga mau terlihat sentimentil dan yang pasti NGGA MAU TERLIHAT TAKUT.

Ya gw akui gw penakut. Gw penakut dalam hal mengekspresikan sisi lemah gw, takut mengekspresikan ke-cengeng-an gw dan gw takut mengekspresikan kesensitifan gw. Gw sangat sombong dengan keyakinan "ngga akan ada orang yang tau! Inikan cuma tulisan ngga ada muka gwnya"

Satu hal yang gw pelajari dari sebuah statement sederhana seorang teman tersebut adalah dimana sekuat apapun dan sehebat apapun kita ngga nunjukin, BANYAK HAL YANG DAPAT DIBACA TANPA HARUS KASAT MATA

No comments:

Post a Comment