Wednesday, June 30, 2010

1st Thought in July

Woke up today, grab my phone, open twitter and just realized that it is July already.

I was born in July, I used to love this month. When I was a kid, I always wait for July to come. In my not-so-smart-yet-naive little brain, I used to imagine that I'm gonna get plenty birthday gifts from my parents, family and friends. I used to count my age, the older I am the happier I am (at least that what I was thinking back then). Waiting to be sweet 17 so people will take me seriously cause I'm mature enough and have my own "KTP" and feel so independent.

(Sigh) what a good memory! I'm gonna be 22 this month but somehow, this year, I feel so old. God gave me lots of education this year. I feel like I'm 25. I'm grateful for that. In my not-so-young-and-not-so-old age, I have so many incredible experiences in my life.

What makes July 2010 so different is simply my point of view of things has changed.

I'm no longer jumping around happily waiting for my birthday cake and gifts. I'm no longer thinking about celebrating my new age. I'm no longer wanna be older and no longer happy to see the larger number that's called my age.

It's not that I'm not happy, it just means I'm becoming a mature person. I think about my responsibilties seriously, I start to plan my vision and mission and I have to reach my goals.

My point of view about happiness has changed. To me, happiness is when I'm surrounded by people who'd be there whether I'm happy or sad. Happiness is simply when I could smile and make others smile. Happiness is simply ME, simply YOU and simply OUR SELVES WHO CREATE IT.

My point of view about many things in life has changed. Money.. It's just something that I used to love but somehow I'm no longer in love with it. To me, money is a dangerous thing. We need it but we got controlled by money sometimes and that sucks. People create money, so people should control and not being controlled by money.

Talking about love, (sigh) it takes few seconds to me to think what I'm gonna say about love. I just realized that love is complicated. Love is detail. Love is a lie. Love is a truth. Love is unpredictable. Love is full of surprise. Love is an obsession. Love is free. Love is an expensive thing. Whatsoever you define it, to me love is something that controls your daily life.

Love is something that makes you smile like a moron. Love is something that makes you really sad. Love is something that will put butterflies in your stomache. Love is something that will hurt you so bad.

Sounds complicated? Hold on.. There's a thing that is more complicated than LOVE, it's called "CHOOSING". The older we are, the more choices we have to decide. I hate to choose. I hate to decide. I hate to feel disappointed and I hate to see someone got disapponted by me or my decisions. It's insanely ouch when you have to see somebody's eyes and you see a huge disappointment there that's caused by you. However, choosing or making a decision is something that we have to do everyday. It's a daily activity whether you like it or not. Our duty as a human is to live our life and do the best in every single second of our lifes.

Consider what I wrote before, the most complicated thing in this life is when we have to choose a person to love. It drives you crazy sometimes. When your heart tells you different things from your brain. When you feel something that you can't deny but somehow the situation pushes you to choose. When you love someone but he/she doesn't love you back and you can't move on. When you love someone but you can't be with him/her and you decide to be with someone else while you know your heart is still for the one you love. When everything feels right while it's wrong and you have to let go. And last but not least, when you have to regret something while it's too late and you can't get your love back.

Those are the things that happen in our daily activities. Those are the things that controls our daily moods. And those are the things that we are scared the most. Scared of making a wrong decision that we will regret for the rest of our life and we are not gonna be happy (again)

Welcome July, welcome new age, welcome new life, welcome new love, welcome new choices. Welcome Happiness (Amiin)

Tuesday, June 22, 2010

Curhatan untuk Tuhan

Mengawali hari ini, terbangun pagi dengan perasaan yang ngga pasti.
Seperti biasa, hal semacam ini udah jadi bagian dari keseharian.

Ada dua pilihan bersuara di dalam hati: "Berusaha menghibur diri atau menutup mata lagi?"
Hmm... apapun itu hari ini tetap harus dijalani.
Perlahan-lahan membuka mata setelah selesai mengucapkan doa agar hari ini membawa bahagia.

Hari ini banyak yang harus diselesaikan tapi satu hal yang ngga pernah bisa selesai adalah pikiran.
Otak ini seperti tidak mau berhenti biarpun hati ini memohon untuk menyudahi

Daftar kegiatan hari ini: mengurus Agi (mobil kesayangan gw yang tampaknya ngga sayang-sayang amat sama gw karena rewel sekali), menyelesaikan semua kewajiban (pekerjaan yang ngga boleh jadi beban) dan terakhir menyelesaikan skripsi (sesuatu yang akan sangat melegakan)

Tugas pertama: AGI!
Melaju dengan rasa ragu dan takut. Melihat tatapan mama yang terlihat lelah seperti berkata "kenapa lagi sih mobil kamu?". Tuhan, saya bersyukur banget dikasih kenikmatan bisa kemana-mana dengan mudah dan ngga keujanan tapi kalo boleh bersikap sebagai manusia Tuhan, saya mau bilang "Tuhan tolong lancarkan rejeki buat mama karena mama adalah orang yang hebat. Bukan karena dia meminta tapi karena dia memang pantas".
Dikejatuhan saya beliau selalu berkata "bersyukur sama Allah kamu bisa bertahan sampe sekarang dan dapet banyak hal". Biarpun saya bandel dan terkesan ngga pernah dengerin dia, saya dengerin kok Tuhan.. Saya ngertiin beliau kok Tuhan..

Sepanjang jalan hanya menatap jalan dengan pikiran yang kosong karena terlalu penuh. Sampai dengan selamat di tempat perawatan AGI dan mendapatkan kabar seperti halilintar.
Dengan raut wajah penuh rasa iba, ia berkata "mobil kamu turun mesin. Makan biaya dan makan waktu"
Dengan tangan yang gemetar, mata tertuju pada layar dan berusaha mengumpulkan keberanian untuk membawa sebuah kabar.
"Yah udahlah.. Mau gimana lagi? Mama juga udah ngira". Terhenyak dan ngerasa ngga enak! Perasaan itu yang sampai saat ini masih menghantui dan akan terus menghantui.

Tuhan, tolong kasih jalan keluar terbaiknya ya... :)


Selesai dengan masalah AGI (biarpun sebenernya ngga selesai juga tapi hari masih panjang dan banyak yang harus dikerjakan)

Tugas Kedua: Melanjutkan Pekerjaan!
Tuhan itu baik hati sekali. Di setiap cobaan yang Dia beri, pasti ada hadiah yang menanti.
Beberapa bulan yang lalu, gw cuma anak magang biasa. Naik pangkat jadi pekerja lepasan terus turun lagi jadi pengangguran dengan jabatan yang masih disandang sebagai MAHASISWA.
Lucunya, Tuhan kasih cobaan bertubi-tubi dan gw selalu mengeluh (satu kebiasaan yang harus gw hilangkan!). Gw selalu bilang "Tuhan, saya capek" "Kenapa begini dan kenapa begitu?" di sisi lain gw sendiri yang akan bilang "udahlah ntar juga ada jalannya" "namanya juga idup, kadang di atas kadang di bawah, You have to go down sometimes so you can climb the higher mountain".

Kalo Tuhan baca blog ini sekarang pasti dia lagi senyum-senyum dan bilang "dasar anak ini ngga sabaran" sambil ngelus-ngelus kepala gw.

Kenapa gw bisa bilang begitu? Karena menurut gw Tuhan itu baik hati dan lucu sekali. Dia suka ngasih kejutan buat kita para manusia.

Dalam waktu kurang dari 3 bulan, Tuhan memberikan gw 3 pekerjaan! Dia mempertemukan gw dengan orang-orang baru dengan cara yang ngga pernah kepikiran sebelumnya.

Just like a quote taken from my favorite movie cin(T)a :
GOD is a director

Dan apa yang gw lakukan? bersyukur di hari itu dan mengeluh di kemudian hari. See? it's a bad habit actually.

Gw mengeluh bukan karena suatu kesalahan tapi justru gw mengeluh karena keminderan gw sendiri. Gw takut ngga bisa jalanin pekerjaan yang udah dipercayain ke gw dengan sebaik-baiknya. Gw takut mengecewakan orang yang udah percaya sama gw.

GILA YA?! padahal gw percaya banget "
kalo Tuhan ngasih sesuatu ke kita, berarti dia percaya sama kita. Mau itu sesuatu yang indah atau cobaan, semuanya dikasih Tuhan ke kita karena Dia percaya sama kita". Isn't that a good thing? Tuhan percaya sama kita itu harusnya jadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Tapi emang dasar gwnya aja yang minderan dan ngga sabaran jadinya ngeluh terus.

Mulai membuka komputer dengan perasaan terpaksa "aduh kenapa sih kerjaan banyak banget ngga selesai-selesai?" dan mengakhiri tugas-tugas tersebut dengan perasaan malu "haha ternyata cepet banget selesainya". Gw meminta Tuhan ngasih kerjaan terbaik buat gw, Tuhan kasih bahkan lebih dari satu dan gw masih aja ngeluh!!! Udah selesai ngeluh, malu sendiri pas sadar kalo kerjaannya bisa selesai dengan cepat.
Dan sekali lagi Tuhan pasti lagi senyum-senyum sendiri di sana.

Tugas ketiga: SKRIPSI
Nah, yang satu ini agak menarik karena biasanya gw sangat malas menulis atau membahas tentang ini. Tapi berhubung tema tulisan kali ini adalah CURHATAN, yah colongan dikit ngga masalah jugakan?
Menyelesaikan Bab 4 adalah agenda minggu ini. Mengawali minggu ini dengan bertemu ibu baik hati. Dengan sabar dia berkata "Udah kok, ini udah tinggal dikit lagi. Kamu maju terus ya, dear" (kata-kata dear itu yang menjadi ciri khasnya dan ngangenin sebenernya. Senyumnya membawa ketenangan dan semangat baru. Namun sayangnya.... Otak gw yang luar biasa penuh ini lagi hang. Mau ngelanjutin skripsi hari ini niatnya, tapi tangan, niat dan otak ngga kompak. Otaknya mikirin Agi dan mama, tangannya malah ngetik bukan pada tempatnya (i should write something on my thesis not on my blog) dan niat tetep konsisten pada satu kata "SKRIPSI".
Bahkan sampe sekarang mereka masih perang.

Well maybe i should start doing my thesis. YEAH I SHOULD!

Hmm.. Tuhan, saya udah selesai curhatnya. Maaf ya Tuhan saya ngeluh terus.
Makasih ya Tuhan selalu "nyentil" saya kalo lagi bandel.
Makasih buat semua karunianya.
Makasih buat semua senyuman Tuhan yang Tuhan titipin lewat orang-orang yang senyum sama saya.
Makasih buat semua tawa yang Tuhan bagi ke saya.
Makasih buat semua hal yang pernah, sedang dan akan saya dapatkan.
Makasih buat semua cobaan yang Tuhan kasih ke saya karena Tuhan PERCAYA saya sanggup dan saya cukup kuat.

satu permintaan saya adalah mohon kasih yang terbaik untuk semuanya karena cuma Tuhan yang paham betul apa yang terbaik buat segalanya

Ya Allah, terima kasih untuk kepercayaannya yang begitu besar kepada saya


Terbaca Tanpa Harus Kasat Mata

I finally touch my-not-so-lovely-but-yet-comfy-blog again!
WOOHOOW!
haha agak berlebihan memang tapi menyenangkan sekali bisa menulis di sini lagi
setelah beberapa hari ini gw cuma berkutat dengan proposal, kontrak dan skripsi

Agak sombong terdengarnya? mungkin..
Tergantung bagaimana opini masing-masing yang pastinya ngga bisa gw kendalikan.
ITU HAK MUTLAK SETIAP INDIVIDU UNTUK BEROPINI

Lately, lots lots lots of things happened as usual (kayanya hampir setiap nulis blog gw pasti ngomong gitu ya? that means I'm living my life day by day no matter what)

Salah satu kejadian yang cukup bikin senyum-senyum sendiri dan lumayan tertegun (coba buka kamus ya kalo ngga ngerti artinya tertegun) adalah percakapan gw dengan seorang teman.
That's why i love to communicate, cause it always brings something new.

Gw dan dia kenal ngga terlalu lama, bisa dibilang baru banget malah
Belom ada 5 bulan kalo ngga salah
Tapi menariknya, anak ini pintar sekali menurut gw karena dengan usianya yang terbilang masih muda (dimana pada umumnya anak seusia dia labilnya bukan main) pola pikirnya dewasa.
SESUATU YANG SANGAT LANGKA SAAT INI DI JAKARTA!

Gw meminta dia buka sebuah halaman ngga penting ini (sinobitanobi.blogspot.com) dan maksa dia buat kasih opini.
Satu statement menarik yang keluar dari mulutnya adalah "lo cuma gengsi aja menunjukkan sisi feminim lo di tulisan lo". Gw ngga perlu cerita ya komentar dia yang lain apa katanya ngga boleh jumawa a.k.a sombong kalo jadi orang).

Statement itu RESMI bikin gw senyam senyum bodoh dan tertegun seada-adanya.
Karena buat gw, kata-kata itu sama sekali ngga terlintas di otak gw bakal terdengar di kuping gw (kebaca di mata gw sih sebenernya karena ngobrolnya lewat bbm hehehe).
I just thought "damn! this person knows me for like (hmm?) less than 5 months but able to read me only by reading my blog"
Dan menurut gw, itu LUAR BIASA (terkesan lebay sih tapi emang beneran)

Gw sangat menghargai opini dari orang-orang yang mengenal gw terutama orang-orang baru yang hadir di hidup gw. Kenapa? SIMPLE! Orang baru biasanya mengawali penilaiannya dengan mengamati penampilan fisik, gesture dan gaya bicara lo yang kemudian dilanjutkan dengan proses ngobrol (sukur-sukur kalo bisa curhat-curhatan biar bisa lebih akrab) dan diakhiri dengan kesimpulan.
Buat gw kesimpulan yang dihasilkan mereka bisa dibilang objektif. Kenapa? Karena mereka ngga punya beban apa-apa untuk menilai lo.

Coba kalo temen lo dari kecil misalnya, lo main sama dia dari kecil, lo kenal keluarganya, lo tau isi kamarnya bahkan sampe isi kulkasnya. Tarolah namanya "Budi" (i always love this name, budi itu pasti nama yang kita temuin di setiap contoh soal pelajaran Bahasa Indonesia), lo nanya "Budi menurut lo gw gimana? Kan lo kenal gw udah dari gw SMP dan sekarang udah mau lulus kuliah, menurut lo gw gimana?"

Budi akan menjawab apa yang dia lihat dari sekian lama proses lo berteman dengan dia. Banyak faktor yang akan mengaburkan pandangannya. Jawabannya jadi subjektif. Bisa jadi dia pernah sakit hati, bisa jadi juga dia nyimpen dendam atau mungkin dia naksir sama lo! Pandangannya jadi ngga jelas.
TAPI kalo sama orang baru yang dateng di kehidupan lo dan lo bertanya "menurut lo gw kaya apa sih setelah lo kenal gw beberapa bulan ini?" Dia akan mengeluarkan opini tentang "KEPRIBADIAN LO YANG SEBENARNYA DILIHAT SAMA ORANG-ORANG DI SEKITAR LO"

Statement simple dari temen gw itu kontan bikin gw jawab dengan jempol yang mengetik dengan mantap bertuliskan "SETUJUUUUU".
Gw menulis dengan emosi, gw menulis dengan kreasi, gw menulis dengan imajinasi dan gw menulis dengan GENGSI!
Satu hal yang gw hindari adalah menulis dengan sisi feminisme.
Ngga mau terlihat lemah, ngga mau terlihat cengeng, ngga mau terlihat sentimentil dan yang pasti NGGA MAU TERLIHAT TAKUT.

Ya gw akui gw penakut. Gw penakut dalam hal mengekspresikan sisi lemah gw, takut mengekspresikan ke-cengeng-an gw dan gw takut mengekspresikan kesensitifan gw. Gw sangat sombong dengan keyakinan "ngga akan ada orang yang tau! Inikan cuma tulisan ngga ada muka gwnya"

Satu hal yang gw pelajari dari sebuah statement sederhana seorang teman tersebut adalah dimana sekuat apapun dan sehebat apapun kita ngga nunjukin, BANYAK HAL YANG DAPAT DIBACA TANPA HARUS KASAT MATA

Tuesday, June 15, 2010

a Simple Message for All The Lovers

"Ketika kita diberi kesempatan untuk menyayangi dan disayangi oleh seseorang, manfaatin waktu yang kita punya dengan sebaik2nya dan kasih yang terbaik buat orang yang kita sayang. Karena kita ngga akan pernah tau kapan batas waktu kita berakhir. Semua hal di dunia ini ada batas waktunya. Sengganya ketika kita harus pergi, kita tinggalin kesan yg terbaik buat orang yang kita sayang"

Some people say love is overrated.
However, love is always needed.

Saturday, June 12, 2010

Mereka yang Selalu Ada dan Berbagi Rasa Berbagi Tawa

Kita bertemu di suatu ketika. Di sebuah tempat yang saat ini terasa jadi bagian dari hidup kita.

Di sana kita bertemu, berkenalan dan menjadi keluarga. Berbagi rasa dan berbagi cerita. Awalnya, saya bukan siapa-siapa untuk kalian dan kalian pun bukan siapa-siapa untuk saya. Akhirnya, kalian adalah keluarga untuk saya dan saya pun berharap saya adalah keluarga bagi kalian.

Kita lewati masa bersama. Ada saat dimana kita tertawa, ada saat dimana kita terbuai amarah. Tapi satu hal yang selalu ada adalah sebuah tawa.

Mulai dari gossip yang menjadi hobi kita semua sampe curhatan, tangisan, marah-marah dan sekedar cela-celaan jadi bagian dari keseharian kita.
Saat salah satu dari kita hancur, yang lainnya bersedia hadir dan bertempur.

Sejelek apapun mood salah satu di antara kita atau seberat apapun masalah yang dihadapi salah satu dari kita, di sana pasti terselip sebuah tawa. Tertawa lepas dan ceria. Tertawa karena saling cela atau menertawakan sebuah cerita.

Mungkin banyak yang tidak menyadari betapa berharganya sebuah tawa. Sesuatu yang sangat sederhana tapi buat saya, tawa adalah sesuatu yang nilainya tiada tara.

Tapi yang lebih berharga buat saya adalah memiliki kalian sebagai bagian dari hidup saya. Kalian yang dipercaya Tuhan sebagai sang pengantar tawa.

Kalian yang bersedia untuk selalu ada, berbagi rasa dan cerita. Berbagi canda dan saling memberi makna.

Terima kasih Tuhan karena telah mengantarkan mereka ke kehidupan saya. Terima kasih Tuhan karena mengizinkan mereka jadi bagian dari hidup saya.

Thursday, June 10, 2010

Percakapan yang Tidak Pernah Terucap Antara Saya dan Anda

Yesterday was a special day to you walaupun selama ini tidak pernah terasa special.
Saya ingat tapi berusaha mengelak dan berpikir "you have gone"

Saya dan anda jarang berkata-kata mutiara.
Saya dan anda sering menghabiskan waktu bersama (walau kadang saya memilih diam tanpa kata dan anda terus berusaha)

Mereka bilang saya kesayangan anda, sedangkan saya menyimpan amarah pada anda.
Mereka bilang anda selalu memikirkan saya, sedangkan anda jarang singgah di kepala saya.
Saya selalu ada diketiadaan anda, sedangkan anda tidak pernah ada diketiadaan saya.

Hingga anda benar-benar tiada

Kearoganan saya berkata kami akan baik-baik saja
Kearoganan saya berkata saya biasa saja
Kearoganan saya berkata Tuhan mengatur yang terbaik untuk segalanya

Hingga datang sebuah kata dan sebuah rasa
HAMPA
Dan kearoganan saya runtuh seketika menjadi realita

Realita kami tidak baik-baik saja
Realita saya tidak biasa saja
Realita bahwa Tuhan mengatur yang terbaik untuk segalanya dengan cara-Nya yang tidak bisa diterka

Arogansi menjadi basi
Amarah membuat saya kalah
Saya SALAH

Saya tidak pernah menggunakan jutaan kesempatan untuk mengungkapkan.
Saya terlalu arogan

Anda tidak punya gelar untuk disandang
Anda tidak punya jabatan untuk dipandang
Tapi yang saya sadari, sekarang, anda sangat disayang

Mereka bilang tidak pernah ada kata terlambat dan saya berusaha percaya

Jika memang kesempatan itu diberikan kepada saya, saya hanya ingin berkata..
Berkata suatu percakapan yang tidak pernah terungkap antara saya dan anda karena arogansi dan gengsi, karena amarah dan keengganan saya mengalah.

"Saya sayang anda"
"Saya kangen anda"
"Saya butuh anda"
"Saya memaafkan anda"

Namun pertanyaannya,
"Apakah anda memaafkan saya?"
Dan bagaimana kita bisa menyampaikannya?

Sex & The City 2

Actually i've been waiting for this movie. Pertama kali keluar gw kira antriannya bakal gila selama seminggu (segila orang-orang ngantri Transformer, Harry Potter atau Twilight dan film-film lainnya) tapi ternyata ngga segitunya.

Well i have to say that i like the previous one better. Sex and the City 1 punya sisi cerita yang lebih ada maknanya. Dari segi fashion pun (i'm not really into fashion tapi harus diakui baju-baju yang dipake Carrie Bradshaw and the ladies di SATC 1 jauh lebih menarik dan mencengangkan mata)

Bukan berarti Sex n The City 2 ini jelek. Ceritanya light dan fun. Lebih bikin ketawa dari yang pertama juga (yaa secara kalo yang pertama kan agak lebih ke unsur drama dan sedih gitu) tapi sayang banget, sebenernya dari segi setting cerita (negara, tempat-tempat dan dekorasi ruangan) yang dipilih jauh lebih menarik dari SATC 1 sebenernya, cuma ya balik lagi ke segi fashion tadi itu. Baju-baju yang mereka pake di sekuelnya ini terlihat "berlebihan". Bagus sih beberapa, tapi tetep kurang cocok sama tempat mereka.

Dari segi cerita, i have to say, Sex n The City 1 have a deeper meaning than Sex n The City 2. Entah karena di sekuelnya ini sisi liburan dan seneng-senengnya lebih ditonjolin jadi feel dari ceritanya kurang dapet atau emang karena kurang kena aja gw juga ngga ngerti. Inti ceritanya simple dan bagus sebenernya (kalo udah nikah harus saling percaya dan ngejaga kepercayaan itu. Harus bisa juga beradaptasi dan bernegosiasi ngelawan ego dan negative thinking) tapi eksekusinya agak kurang. Sepanjang film, fokus perhatian kita terpusat pada kelakuan Samantha yang gila! hahaha it was really fun to watch!
Liburan mereka di Abu Dhabi emang fun dan absurd. Menyenangkan buat ditonton dan sukses banget bikin penonton ketawa (ditambah kebodohan-kebodohan dari si Samantha) tapi balik lagi, inti pesan dari film itu jadi blur ketimpa sama aksi liburan mereka itu.

Well, to end this review i would say that Sex & The City 2 is really fun to watch but not extravagant

Thursday, June 3, 2010

Forgiving doesn't mean forgetting

Yes, I believe that! As a human, we all deal and cope with mistakes every single day. And how to fix it? Say sorry. Yeah, that's the easiest way..

But do you really believe that forgiving someone/something is that easy and simple? I mean, for example, I lied to someone then I say "I'm sorry I lied to you" Is that enough to erase the disappointment? I don't think so.. Maybe, he/she'll forgive me but I don't think that it'd be that easy for he/she to trust me again. And I don't think that it'd be easy for us to have a "normal" relationship as well as before. Because however, what I've done must have hurt his/her feeling.

I remember that day when someone say a brilliant statement to his friend, who had really hurt his feeling, like this "if saying sorry could erase someone's mistake and the pain he/she has caused that easy, I could and I would do any mistakes I want (don't care about the impacts of my action) and then I'll say sorry the next day and everything will be fine. My life would be so nice!"

Good point! Like I said on my previous blogs, "kata maaf sekarang terkesan murah dan gampangan".
Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan sedang dan akan melakukan kesalahan. Kata maaf memang jd sebuah "magic word" untuk menebus kesalahan tersebut. Tapi bukan itu pointnya. Ada yg lebih penting dr kata maaf itu sendiri.
PEMBUKTIAN!!! Bukti kl kita sadar betul akan kesalahan kita, bukti kl kita sadar betul akan dampak dr perbuatan kita, bukti kl kita tau dan mau memperbaikinya, bukti kl kita sudah dalam proses berubah dan bukti kl kita tidak akan mengulangi kesalahan kita lg.

Once you lost someone's trust, it'll be so hard for you to get it back. Ketika kita melukai perasaan seseorang, sekali msh bs dimaklumi, dua kali masih bs diatasi, lebih dr itu akan susah ditoleransi.
I'm not a saint, I make some mistakes too.. Tulisan ini ngga bermaksud menggurui tapi justru jd sarana introspeksi diri saya sendiri.

And to you, I appreciate your apology, and it's accepted. But like we talked that day "if you ask me can I forgive you, I will and I have to forgive you. But how's it gonna be between you and me? It's not gonna be that easy"
Because what matter is not the "saying sorry moment" but what you're gonna do to fix it not just for a day, a month, a year, but forever.. Not only for me, for you but for everybody's sake.

the older you are the more expectations and pressure you'll get

Alright, back to this activity again. It's been a while since my last post and so many things and shits happened lately. That's life, what so funny about life is so many things could happen in a blink of an eye.

Currently, I just had a conversation with a really wise friend of mine. Always nice to discuss many things with him. Well, after so many shits happened these couple days ago, finally me and him back to our old favorite topic, THE OLDER YOU ARE THE MORE EXPECTATIONS AND PRESSURES YOU'LL GET from people around you especially your family.

I told him my problem, my thoughts and my cranky complains about what I've been through lately and I got so speechless when he said that statement. He said it wisely "makin kita dewasa, makin besar jg harapan dan tuntutan yg lo dapet. Sabar dan semangat aja. Suatu hari nanti jg dateng momentnya lo berhasil"

Sounds cliche but that's true! Coba kita flashback to the moment when we were a little kid, kayanya mau apa aja gampang. Tinggal ngerengek, ngambek sambil nangis di lantai mgkn? (Not me hehe), masang muka melas, org tua kita pasti luluh dan berusaha ngasih yg kita mau (ga tau krn emang ga tega apa udah males+malu aja diresein sm anaknya).
Tumbuh lebih tua sedikit, kita masuk ke jenjang remaja. Makin banyak lah aturan2 dan tuntutan yg kita dapet. Harus rajin sekolah, dapet nilai bagus. Mulailah agak susah kl minta sesuatu (ga smua ngalamin sih, ada juga anak2 yg dptin smuanya dg gampang), mau beli PS/Xbox? Belajar dulu, ga boleh ada nilai merah, ga boleh bolos dan sejuta syarat lainnya.

Masuk ke fase seorang anak dianggap dewasa. Harapan dan tuntutan orang tua dan lingkungan sekitar makin besar dan kadang tanpa mereka sadari tindakan mrk bukan memotivasi tp justru buat kita depresi. Well, I'm sure everyone wants to be successful, every parents want their kid to be someone. I'm a normal person and I want that too..

Sometimes, communication between someone with his/her parents could be so frustrating. Semangat mencapai sesuatu demi membanggakan orang tua berubah jd semangat pembuktian diri kepada org tua. Beda tipis tp kl diliat lebih dalam ada unsur dendam. Is that good? Well, maybe not that good. I think that every parents should learn how to communicate wisely with their children. Why? If they know how to communicate with them, they respect the children's feelings, it'll help the children to grow up better and it'll shape their personalities and characters.

It's okay to expect something from your kid but try to understand the situation. Find a way to communicate it wisely so we can get a mutual understanding. Because no matter how hard it is, there will always be a way out. The best one.
And no matter how annoying our kids or our parents are, we still love them unconditionally. It's a natural thing.