Kita bertemu di suatu ketika. Di sebuah tempat yang saat ini terasa jadi bagian dari hidup kita.
Di sana kita bertemu, berkenalan dan menjadi keluarga. Berbagi rasa dan berbagi cerita. Awalnya, saya bukan siapa-siapa untuk kalian dan kalian pun bukan siapa-siapa untuk saya. Akhirnya, kalian adalah keluarga untuk saya dan saya pun berharap saya adalah keluarga bagi kalian.
Kita lewati masa bersama. Ada saat dimana kita tertawa, ada saat dimana kita terbuai amarah. Tapi satu hal yang selalu ada adalah sebuah tawa.
Mulai dari gossip yang menjadi hobi kita semua sampe curhatan, tangisan, marah-marah dan sekedar cela-celaan jadi bagian dari keseharian kita.
Saat salah satu dari kita hancur, yang lainnya bersedia hadir dan bertempur.
Sejelek apapun mood salah satu di antara kita atau seberat apapun masalah yang dihadapi salah satu dari kita, di sana pasti terselip sebuah tawa. Tertawa lepas dan ceria. Tertawa karena saling cela atau menertawakan sebuah cerita.
Mungkin banyak yang tidak menyadari betapa berharganya sebuah tawa. Sesuatu yang sangat sederhana tapi buat saya, tawa adalah sesuatu yang nilainya tiada tara.
Tapi yang lebih berharga buat saya adalah memiliki kalian sebagai bagian dari hidup saya. Kalian yang dipercaya Tuhan sebagai sang pengantar tawa.
Kalian yang bersedia untuk selalu ada, berbagi rasa dan cerita. Berbagi canda dan saling memberi makna.
Terima kasih Tuhan karena telah mengantarkan mereka ke kehidupan saya. Terima kasih Tuhan karena mengizinkan mereka jadi bagian dari hidup saya.
Di sana kita bertemu, berkenalan dan menjadi keluarga. Berbagi rasa dan berbagi cerita. Awalnya, saya bukan siapa-siapa untuk kalian dan kalian pun bukan siapa-siapa untuk saya. Akhirnya, kalian adalah keluarga untuk saya dan saya pun berharap saya adalah keluarga bagi kalian.
Kita lewati masa bersama. Ada saat dimana kita tertawa, ada saat dimana kita terbuai amarah. Tapi satu hal yang selalu ada adalah sebuah tawa.
Mulai dari gossip yang menjadi hobi kita semua sampe curhatan, tangisan, marah-marah dan sekedar cela-celaan jadi bagian dari keseharian kita.
Saat salah satu dari kita hancur, yang lainnya bersedia hadir dan bertempur.
Sejelek apapun mood salah satu di antara kita atau seberat apapun masalah yang dihadapi salah satu dari kita, di sana pasti terselip sebuah tawa. Tertawa lepas dan ceria. Tertawa karena saling cela atau menertawakan sebuah cerita.
Mungkin banyak yang tidak menyadari betapa berharganya sebuah tawa. Sesuatu yang sangat sederhana tapi buat saya, tawa adalah sesuatu yang nilainya tiada tara.
Tapi yang lebih berharga buat saya adalah memiliki kalian sebagai bagian dari hidup saya. Kalian yang dipercaya Tuhan sebagai sang pengantar tawa.
Kalian yang bersedia untuk selalu ada, berbagi rasa dan cerita. Berbagi canda dan saling memberi makna.
Terima kasih Tuhan karena telah mengantarkan mereka ke kehidupan saya. Terima kasih Tuhan karena mengizinkan mereka jadi bagian dari hidup saya.
No comments:
Post a Comment