Thursday, June 10, 2010

Percakapan yang Tidak Pernah Terucap Antara Saya dan Anda

Yesterday was a special day to you walaupun selama ini tidak pernah terasa special.
Saya ingat tapi berusaha mengelak dan berpikir "you have gone"

Saya dan anda jarang berkata-kata mutiara.
Saya dan anda sering menghabiskan waktu bersama (walau kadang saya memilih diam tanpa kata dan anda terus berusaha)

Mereka bilang saya kesayangan anda, sedangkan saya menyimpan amarah pada anda.
Mereka bilang anda selalu memikirkan saya, sedangkan anda jarang singgah di kepala saya.
Saya selalu ada diketiadaan anda, sedangkan anda tidak pernah ada diketiadaan saya.

Hingga anda benar-benar tiada

Kearoganan saya berkata kami akan baik-baik saja
Kearoganan saya berkata saya biasa saja
Kearoganan saya berkata Tuhan mengatur yang terbaik untuk segalanya

Hingga datang sebuah kata dan sebuah rasa
HAMPA
Dan kearoganan saya runtuh seketika menjadi realita

Realita kami tidak baik-baik saja
Realita saya tidak biasa saja
Realita bahwa Tuhan mengatur yang terbaik untuk segalanya dengan cara-Nya yang tidak bisa diterka

Arogansi menjadi basi
Amarah membuat saya kalah
Saya SALAH

Saya tidak pernah menggunakan jutaan kesempatan untuk mengungkapkan.
Saya terlalu arogan

Anda tidak punya gelar untuk disandang
Anda tidak punya jabatan untuk dipandang
Tapi yang saya sadari, sekarang, anda sangat disayang

Mereka bilang tidak pernah ada kata terlambat dan saya berusaha percaya

Jika memang kesempatan itu diberikan kepada saya, saya hanya ingin berkata..
Berkata suatu percakapan yang tidak pernah terungkap antara saya dan anda karena arogansi dan gengsi, karena amarah dan keengganan saya mengalah.

"Saya sayang anda"
"Saya kangen anda"
"Saya butuh anda"
"Saya memaafkan anda"

Namun pertanyaannya,
"Apakah anda memaafkan saya?"
Dan bagaimana kita bisa menyampaikannya?

No comments:

Post a Comment