Tuesday, October 26, 2010

Catch the Rainbow

#nowplaying Copeland - Coffee

It's raining now and that's my favorite song to played when it's raining.
A great song to accompany me driving around Jakarta just simply to put a little smile on my face to literally face the Goddamn hectic traffic in Jakarta.

Well anyway, i used to love rain.
I really did. To me, rain could bring some kind of peaceful feeling.
When you have a hectic life, just stop for a while, come near to the window and watch or even hear the sound of pouring rain.
I bet you will find a peaceful sound. And not to forget, there's always a rainbow after the rain.
A gift from God to color your day beautifully.

To me, rain is more than just a weather or just a part of climates.
I think rain is a big gift from God. It indeed is.

But apparently, lately, rain is not that friendly and calm anymore.
i used to love it but now i'm afraid of it.
We are terrified everytime the rain is pouring.

We're scared that the rain will cause an extraordinary traffic jam
We're scared that the rain will cause a flood
and the worst part is we're scared that the rain will take our life

Lately in Jakarta, the rain seems like holding an anger to us.
it seems like the rain hates us.
Even the rainbow has rarely showed up lately.

Don't you think so?

Hmm.. Okay..
Coba kita analisa alasan si tuan hujan marah..

Pertama:
seberapa sering kita mengeluh?
Keluhan-keluhan seperti "anjrit!!! panas banget hari ini!!!" atau "ah sial ujan!! baru cuci mobil"

i admit, i do that oftenly.
Gw melakukan itu tanpa sadar kalo sebenernya...pada saat kita berbicara, alam mendengar kita.
yes indeed.
Gimana mereka ngga kesel kalo setiap mereka muncul bergantian kita tetep aja nyalahin mereka.

Musim panas SALAH! sawah-sawah pada kering, kita jalan keringetan dan berbagai macam keluhan lainnya.
Musim hujan SALAH juga! banjir, naik motor keujanan jadi harus menepi, baju basah kuyup.

apapun yang kejadian sama kita, kita salahin mereka.
so how could they not be mad?

Kedua:
Sebenernya, Tuan hujan dan Nyonya panas udah berkali-kali ngasih kita semua pelajaran.
Tapi mungkin...kitanya aja yang ngga mudeng.

Banjir: hal yang jadi masalah tahunan warga Jakarta.
Tapi apa kita semua belajar dari kesalahan? belom juga.
Pemerintahnya juga masih ngga serius.
Sibuk ngebangun apartemen dan mall buat memperkaya diri, kita warganya juga masih ngga peduli sama lingkungan.

Gw pun masih suka buang sampah sembarangan. Gw juga mengakui gw ngga mau naik kendaraan umum karena menurut gw ngga nyaman.

So, do i have a right to be mad at the government?
yes! kenapa? karena biar bagaimanapun gw adalah warga mereka yang berhak untuk protes..
Tapi...PR buat gw adalah menekankan pada diri gw sendiri untuk berkontribusi ngejaga kota ini.
GW HARUS STOP BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!

Nah, kalo kita bisa sadar untuk memperbaiki diri kita sendiri, kenapa pemerintah yang udah bertahun-tahun nanganin masalah banjir ini masih gitu-gitu aja ya?
hmm, soal ini mungkin mereka yang lebih bisa menjawab.

Banyak hal yang terjadi akibat dari kemarahan Tuan Hujan ini.
Macet yang ngga karu-karuan.
25 Oktober mungkin adalah hari yang akan selalu diingat sebagian besar warga Jakarta yang terjebak macet dan banjir. Mereka yang menghabiskan waktu 4-6 jam untuk bisa pulang ke rumahnya.
Mereka yang harus mencari tempat kerabatnya untuk menginap karena akses ke rumah mereka tidak bisa dilewati.

Banyak banjir atau yang disebut oleh bapak yang terhormat dengan istilah "genangan" di sebagian besar wilayah Jakarta dan mengakibatkan kerugian materi, waktu bahkan nyawa.

Ada yang nangis menghadapi kegilaan Jakarta kemaren, ada yang santai, ada yang marah-marah, ada yang ketawa-ketawa dan ada yang stress.
Berbagai macam reaksi kita lihat di berbagai macam pribadi yang berekspresi.

Mungkin terlihat biasa aja.
Tapi coba kita bayangin sebentar aja.
Di kemacetan yang segila itu, dengan akses yang serba terhambat kemana-mana.

Pernahkah terlintas dalam benak kita jika ada seorang ibu hamil yang harus segera melahirkan tapi ngga bisa kemana-mana karena jalanan yang macet dan banjir?
Gimana nasibnya dan gimana nasib anaknya?

Hujan itu seharusnya indah
Hujan itu seharusnya anugrah
Hujan itu seharusnya santai
Hujan itu seharusnya damai

PR ini harus segera gw selesein!
gw ngga boleh buang sampah sembarangan lagi
NGGA BOLEH!!!

i wanna see that rainbow again.
when the rainbow has came out, that means Mr. rain is no longer angry.

Let's work together
If the government can not, we certainly can do!

Lelah rasanya kalo harus berharap pada suatu organisasi atau lembaga yang selama puluhan tahun tidak pernah menunjukkan perubahan

Ironis, karena kita sebagai manusia yang tiap tahun berulang tahun aja selalu punya perkembangan dan perubahan positif setiap tahunnya.

So let's be nice to Mr. Rain.
Let him knows that we had learned
Let him showers us with those peaceful sounds again
Let him brings his old friend back.... The Rainbow itself...

No comments:

Post a Comment